
Masih banyak mahasiswa terkhususnya mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memandang K3L (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan) hanya sebagai pelengkap dalam administrasi semata. Sosialisasi sering dilakukan sekadar memenuhi kewajiban, tanpa adanya pemahaman mendalam mengenai pentingnya keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan. Akibatnya, kesadaran individu mahasiswa terhadap K3L masih tergolong rendah.
Kesadaran terhadap K3L tidak cukup dibangun melalui satu kali seminar atau penyuluhan. Dibutuhkan edukasi berkelanjutan yang dilakukan secara rutin agar nilai-nilai keselamatan dan kepedulian lingkungan menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.
Penerapan K3L yang baik mampu menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, sehat, dan nyaman. Selain mengurangi risiko kecelakaan kerja, K3L juga berperan dalam menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan disiplin individu dalam bekerja maupun belajar.
Sayangnya, pelaksanaan edukasi K3L masih menghadapi berbagai kendala. Minimnya fasilitas pendukung, kurangnya pelatihan praktis, hingga rendahnya partisipasi peserta menjadi tantangan yang sering ditemukan.
Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dalam membangun budaya K3L melalui edukasi yang berkesinambungan. Pelatihan rutin, simulasi keadaan darurat, pemasangan media edukasi, dan pengawasan berkala perlu dilakukan agar kesadaran K3L benar-benar tertanam dalam diri setiap individu.
Membangun kesadaran K3L bukanlah tugas yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan edukasi berkelanjutan, keteladanan, dan komitmen bersama agar budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.