
JAMBI – Di tengah pesatnya arus transformasi digital, kemampuan mengoperasikan teknologi informasi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan pokok. Menyadari hal tersebut, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menyelenggarakan Praktikum Penguatan Kompetensi Digital yang berfokus pada penguasaan Teknologi Informasi (TI) bagi para mahasiswanya pada Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium komputer ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan implementasi teknologi di lapangan, khususnya dalam tata kelola administrasi dan manajemen pendidikan modern di era digital.
Transformasi Administrasi melalui Sentuhan Teknologi
Dalam praktikum ini, mahasiswa dipandu langsung oleh pemateri, Yuliana Afifah, M. Pd. Beliau membedah ekosistem digital secara mendalam, mulai dari optimalisasi platform kolaborasi berbasis awan (cloud computing) hingga pemanfaatan perangkat lunak manajemen data untuk efisiensi kerja administrasi.
“Seorang calon manajer pendidikan harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Mahasiswa MPI harus adaptif dan tidak boleh gagap teknologi saat mengelola lembaga pendidikan nantinya,” ujar Yuliana Afifah di sela-sela sesi materi.
Dukungan Penuh dari Program Studi
Ketua Prodi MPI, Dr. Tuti Indriyani, M. Pd. I, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan praktikum ini. Menurutnya, penguatan kompetensi digital adalah langkah konkret prodi untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat. Tanpa penguasaan TI yang mumpuni, lulusan akan sulit bersaing. Praktikum ini adalah investasi nyata untuk membekali mahasiswa dengan skill yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” tegas Dr. Tuti Indriyani dalam sambutannya.
Antusiasme Menuju Pendidikan 4.0
Para peserta terlihat antusias saat mensimulasikan penggunaan aplikasi manajemen pendidikan terintegrasi. Selain aspek teknis, praktikum ini juga menekankan pentingnya keamanan data dan etika digital, yang menjadi isu krusial dalam pengelolaan informasi di instansi pendidikan.
Dengan suksesnya kegiatan yang digelar pada April ini, diharapkan mahasiswa MPI memiliki kepercayaan diri lebih dalam mengoperasikan berbagai perangkat teknologi informasi. Hal ini diharapkan menjadi modal kuat bagi mereka untuk berkontribusi secara inovatif dan membawa perubahan positif di lembaga pendidikan tempat mereka mengabdi kelak.
